Bangun, rutinitas, scroll, tidur. Berbulan-bulan rasanya tidak ada yang bertambah: skill sama, bacaan sama, lingkaran sama. Tidak ada yang salah, tapi juga tidak ada yang tumbuh.
مَا فِي الْمُقَامِ لِذِي عَقْلٍ وَذِي أَدَبٍمِنْ رَاحَةٍ فَدَعِ الْأَوْطَانَ وَاغْتَرِبِ
سَافِرْ تَجِدْ عِوَضًا عَمَّنْ تُفَارِقُهُوَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ
إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوفَ الْمَاءِ يُفْسِدُهُإِنْ سَاحَ طَابَ وَإِنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
Konteks
Imam Syafi'i menjalani sendiri isi syair ini. Beliau lahir di Gaza, dibesarkan ibunya di Makkah, berguru kepada Imam Malik di Madinah, bekerja di Yaman, belajar dan berdiskusi di Baghdad, lalu menetap di Mesir sampai wafat.
Kenapa ini kena
Air tidak rusak karena dikotori dari luar. Ia rusak karena berhenti. Stagnan jarang terasa dramatis; ia pelan dan nyaman. Karena itu "merantau" di sini bisa dibaca lebih luas: berpindah dari kebiasaan yang membuatmu diam.
- Buat 3 kolom di kertas atau notes: Ilmu, Ibadah, Relasi.
- Di tiap kolom, jawab: "Apa yang 6 bulan terakhir tidak bertambah?"
- Lingkari satu yang paling mengganggumu.
- Tentukan 1 langkah yang selesai dalam 15 menit (daftar kelas, chat mentor, buka buku yang tertunda), lalu lakukan sebelum tidur.
Satu aliran kecil per hari. Lakukan 1 hal yang tidak kamu lakukan minggu lalu: rute berbeda ke masjid, 1 halaman buku baru, menyapa 1 orang baru. Catat singkat di notes HP.
Apa yang sebenarnya membuatku bertahan di tempat yang sama: nyaman, takut, atau belum tahu harus ke mana?
Tanda kamu di jalur yang benar: minggu ini kamu punya cerita baru, bukan cerita yang sama dengan bulan lalu.